Senin, 23 Mei 2011

FILOSOFI AYAM

Ayam mungkin dalam pikiran kita hanyalah sebuah hewan yang enak untuk dibuat dalam menu masakan yang lezat. Mungkin apabila kita kaji lebih dalam lagi ada karakteristik yang dapat di contoh dari hewan sejenis aves (burung) ini. Kita hanya melihat dari satu sisi saja dimana hewan ini sering membuat kotor lingkungan, membawa penyakit H1N1 (Avian influinza) atau flu burung dan reproduksi di sembarangan. Tapi harus kita tahu bahwa ayam bisa menjadi tauladan yang baik dan bertanggung jawab, coba kita bandingkan dengan tingkah laku kita apakah kita kalah dengan ayam? atau kita lebih unggul dari ayam?. Kebanyakan manusia yang tidak bertanggung jawab dan memiliki budi pekerti yang kurang masih kalah dengan ayam. Mari kita bandingkan manusia dengan ayam :
1. Induk Ayam Kalau mencari makan
Di sini ayam mencari makan dengan cara mencakar - cakar tanah sampai berhasil sehingga (ga kelaperan hae.....)
2. Induk Ayam mencari makan untuk anaknya
Ayam kalau sudah dapat makanan hanya Cuma mematuk atau notoli (bahasa jawa) dan anaknya mematuk atau notoli mulutnya induknya (kalau manusia nyaupain githu)
3. Induk Ayam Kalau kehujanan
Pada saat hujan biasanya induk ayam mengepakkan sayapnya dan anak ayam berlindung dalam bawah sayap induknya
Mungkin baru itu aja yang dapat kita pelajari dari seekor Ayam yang begitu melindungi anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman